RSS

Info Tentang Planet Baru yang Misterius

0 komentar

planet-misterius
Menurut laporan science. com, bahwa ilmuwan telah menemukan sebuah planet baru yang besar di luar tata surya, namun, bobotnya lebih ringan dari perkiraan semula, dan ini mau tidak mau membuat ilmuwan memeriksa kembali teori pembentukan planet.

Sejak masa pertengahan tahun 90-an abad ke-20, secara berturut-turut para ilmuwan telah menemukan sekitar 200 planet di luar sistem tatasurya. Menurut penuturan astronom dari Smithsonian Astrophysical Observatory Universitas Harvard, bahwa planet terbaru yang ditemukan ini jaraknya sekitar 450 tahun cahaya dari bumi, dan dinamakan HAT-P-1, adalah planet terbesar di luar sistem tata surya yang ditemukan manusia saat ini. Planet-planet di luar sistem tata surya ini tidak dapat diamati secara langsung dengan teleskop, tapi, dapat diselidiki dengan beberapa cara perantaraan.

Saat jarak mereka agak berdekatan dengan bintang tetap dalam galaksi, gravitasinya dapat membuat bintang tetap menghasilkan guncangan yang sangat lemah, dengan demikian guncangan bintang tetap akan dapat diamati dari bumi, dan membuktikan akan eksistensi planet. Selain itu, melalui keterangan cahaya yang terhalang saat bintang tetap melintasi planet, ilmuwan juga bisa membuktikan eksistensi mereka. Planet ini sangat dekat dengan bintang tetap yang berputar mengelilinginya, adalah 1/7 jarak Merkuri ke matahari, karena itu waktu revolusinya (peredaran bumi dan planet lain mengelingi matahari) hanya butuh waktu 4.5 hari.

Yang mengherankan ilmuwan adalah volume planet ini jauh lebih besar satu kali lipat lebih dibanding Jupiter, tapi, bobotnya hanya setengah-nya Jupiter. Menurut teori pembentukan planet saat ini, bahwa benda langit yang demikan besar tapi begitu ringan ini tidak semestinya eksis. Dalam konfrensi persnya, seorang astrofiksikawan mengatakan : “kami telah menemukan satu benda langit baru yang sangat unik, dan benda langit ini benar-benar membingungkan kami.”Ahli dari Badan Antariksa Nasional Amerika menuturkan, bahwa bentuk dan struktur planet sangat besar dan bersuhu tinggi ketika lahir, namun, butuh energi jika hendak menjaga kondisi demikian, karena itu setelah terbentuk bukan saja suhunya akan menurun tapi volumenya juga akan mengecil.

Masalah dalam planet baru ini terletak pada suhu yang dipertahankanya tapi tidak menyusut, ini berarti ia mempunyai sejumlah besar kalor internal yang berkesinambungan sehingga segenap planet tersebut memuai, namun, ilmuwan tidak habis mengerti terhadap sumber-sumber energi ini. Ilmuwan terkait lainnya mengatakan, bahwa mereka akan membandingkan lapisan atmosfer planet ini dengan lapisan atmosfer bumi zaman dulu untuk memastikan apakah planet ini bisa eksis atau tidak. (Sumber Dajiyuan)*
Continue Reading... Label:


Cerita Inspirasi

0 komentar

Bagi kaum laki-laki perempuan adalah cobaan yang paling besar jika belum muhrimnya. Nahhh!!! Kisah Inspiratif ini menceritakan tentang kecantikan dan keindahan tubuh perempuan yang merupakan ujian terberat bagi kaum laki-laki, dalam cerita kisah inspirasi berikut ini.

Jangan lupa baca juga artikel kisah nabi muhammad, dalam artikel yang telah saya buat beberapa waktu yang lalu.

Langsung saja ini cerita kisah inspirasi....

Rabi’ bin Khaitsam adalah seorang pemuda yang terkenal ahli ibadah dan tidak mau mendekati tempat maksiat sedikit pun. Jika berjalan pandangannya teduh tertunduk. Meskipun masih muda, kesungguhan Rabi’ dalam beribadah telah diakui oleh banyak ulama dan ditulis dalam banyak kitab. Imam Abdurrahman bin Ajlan meriwayatkan bahwa Rabi’ bin Khaitsam pernah shalat tahajjud dengan membaca surat Al Jatsiyah. Ketika sampai pada ayat kedua puluh satu, ia menangis. Ayat itu artinya, “Apakah orang-orang yang membuat kejahatan (dosa) itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka sama dengan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka. Amat buruklah apa yang mereka sangka itu!”

Seluruh jiwa Rabi’ larut dalam penghayatan ayat itu. Kehidupan dan kematian orang berbuat maksiat dengan orang yang mengerjakan amal shaleh itu tidak sama! Rabi’ terus menangis sesenggukan dalam shalatnya. Ia mengulang-ngulang ayat itu sampai terbit fajar.

Kesalehan Rabi’ sering dijadikan teladan. Ibu-ibu dan orang tua sering menjadikan Rabi’ sebagai profil pemuda alim yang harus dicontoh oleh anak-anak mereka. Memang selain ahli ibadah, Rabi’ juga ramah. Wajahnya tenang dan murah senyum kepada sesama.

Namun tidak semua orang suka dengan Rabi’. Ada sekelompok orang ahli maksiat yang tidak suka dengan kezuhudan Rabi’. Sekelompok orang itu ingin menghancurkan Rabi’. Mereka ingin mempermalukan Rabi’ dalam lembah kenistaan. Mereka tidak menempuh jalur kekerasan, tapi dengan cara yang halus dan licik. Ada lagi sekelompok orang yang ingin menguji sampai sejauh mana ketangguhan iman Rabi’.

Dua kelompok orang itu bersekutu. Mereka menyewa seorang wanita yang sangat cantik rupanya. Warna kulit dan bentuk tubuhnya mempesona. Mereka memerintahkan wanita itu untuk menggoda Rabi’ agar bisa jatuh dalam lembah kenistaan. Jika wanita cantik itu bisa menaklukkan Rabi’, maka ia akan mendapatkan upah yang sangat tinggi, sampai seribu dirham. Wanita itu begitu bersemangat dan yakin akan bisa membuat Rabi’ takluk pada pesona kecantikannya.

Tatkala malam datang, rencana jahat itu benar-benar dilaksanakan. Wanita itu berdandan sesempurna mungkin. Bulu-bulu matanya dibuat sedemikian lentiknya. Bibirnya merah basah. Ia memilih pakaian sutera yang terindah dan memakai wewangian yang merangsang. Setelah dirasa siap, ia mendatangi rumah Rabi’ bin Khaitsam. Ia duduk di depan pintu rumah menunggu Rabi’ bin Khaitsam datang dari masjid.

Suasana begitu sepi dan lenggang. Tak lama kemudian Rabi’ datang. Wanita itu sudah siap dengan tipu dayanya. Mula-mula ia menutupi wajahnya dan keindahan pakaiannya dengan kain hitam. Ia menyapa Rabi’, “Assalaamu’alaikum, apakah Anda punya setetes air penawar dahaga?”

“Wa’alaikumussalam. Insya Allah ada. Tunggu sebentar.” Jawab Rabi’ tenang sambil membuka pintu rumahnya. Ia lalu bergegas ke belakang mengambil air. Sejurus kemudian ia telah kembali dengan membawa secangkir air dan memberikannya pada wanita bercadar hitam.

“Bolehkah aku masuk dan duduk sebentar untuk minum. Aku tak terbiasa minum dengan berdiri.” Kata wanita itu sambil memegang cangkir.

Rabi’ agak ragu, namun mempersilahkan juga setelah membuka jendela dan pintu lebar-lebar. Wanita itu lalu duduk dan minum. Usai minum wanita itu berdiri. Ia beranjak ke pintu dan menutup pintu. Sambil menyandarkan tubuhnya ke daun pintu ia membuka cadar dan kain hitam yang menutupi tubuhnya. Ia lalu merayu Rabi’ dengan kecantikannya.

Rabi’ bin Khaitsam terkejut, namun itu tak berlangsung lama. Dengan tenang dan suara berwibawa ia berkata kepada wanita itu, “Wahai saudari, Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya.” Allah yang Maha pemurah telah menciptakan dirimu dalam bentuk yang terbaik. Apakah setelah itu kau ingin Dia melemparkanmu ke tempat yang paling rendah dan hina, yaitu neraka?!

“Saudariku, seandainya saat ini Allah menurunkan penyakit kusta padamu. Kulit dan tubuhmu penuh borok busuk. Kecantikanmu hilang. Orang-orang jijik melihatmu. Apakah kau juga masih berani bertingkah seperti ini ?!

“Saudariku, seandainya saat ini malaikat maut datang menjemputmu, apakah kau sudah siap? Apakah kau rela pada dirimu sendiri menghadap Allah dengan keadaanmu seperti ini? Apa yang akan kau katakan kepada malakaikat munkar dan nakir di kubur? Apakah kau yakin kau bisa mempertanggungjawabkan apa yang kau lakukan saat ini pada Allah di padang mahsyar kelak?!”

Suara Rabi’ yang mengalir di relung jiwa yang penuh cahaya iman itu menembus hati dan nurani wanita itu. Mendengar perkataan Rabi’ mukanya menjadi pucat pasi. Tubuhnya bergetar hebat. Air matanya meleleh. Ia langsung memakai kembali kain hitam dan cadarnya. Lalu keluar dari rumah Rabi’ dipenuhi rasa takut kepada Allah swt. Perkataan Rabi’ itu terus terngiang di telinganya dan menggedor dinding batinnya, sampai akhirnya jatuh pingsan di tengah jalan. Sejak itu ia bertobat dan berubah menjadi wanita ahli ibadah.

Orang-orang yang hendak memfitnah dan mempermalukan Rabi’ kaget mendengar wanita itu bertobat. Mereka mengatakan, “Malaikat apa yang menemani Rabi’. Kita ingin menyeret Rabi’ berbuat maksiat dengan wanita cantik itu, ternyata justru Rabi’ yang membuat wanita itu bertobat!”

Rasa takut kepada Allah yang tertancap dalam hati wanita itu sedemikian dahsyatnya. Berbulan-bulan ia terus beribadah dan mengiba ampunan dan belas kasih Allah swt. Ia tidak memikirkan apa-apa kecuali nasibnya di akhirat. Ia terus shalat, bertasbih, berzikir dan puasa. Hingga akhirnya wanita itu wafat dalam keadaan sujud menghadap kiblat. Tubuhnya kurus kering kerontang seperti batang korma terbakar di tengah padang pasir...

Kisah Inspirasi tersebut merupakan kisah nyata yang saya harap bisa menjadi inspirasi bagi anda para pembaca.
Continue Reading... Label:


Info Tentang Ternyata Setir Mobil Lebih Kotor Dari Toilet Umum -

0 komentar

Sulit untuk bisa menerima kenyataan realita yang ada dan terkadang kita menganggapnya tak penting, tapi tahukah anda bahwa ternyata setir mobil yang selama ini kita gunakan lebih kotor dari Toilet

Hasil survey muktahir yang dilakukan oleh peneliti asal Inggris menyebutkan, setir mobil 9 kali lipat lebih kotor dibandingkan dengan kloset duduk yang ada di toilet umum.

Temuan terbaru ini memperkuat bukti bahwa interior mobil memainkan peran penting dalam menampung sejumlah spesies bakteri berbahaya, khususnya jika pengguna sering makan di dalam mobil dan meninggalkan wadah kosong ataupun sisa-sisa makanan di dalamnya.

Pada survey tersebut, ditemukan pula bahwa 42 persen pengemudi makan secara rutin di mobil. Padahal, hanya 33 persen yang mengaku membersihkan interior mobil mereka setiap tahun. Bahkan 10 persen responden tidak pernah berpikir untuk melakukannya.

Seperti dikutip dari MedIndia, 27 April 2011, peneliti dari Queen Mary University, London, Inggris, sekitar 80 bakteri bisa ditemukan di setiap inci persegi toilet umum. Di dalam mobil, jumlahnya mencapai 700 bakteri berbahaya.

Selain setir, dari seluruh bagian mobil, bagasi merupakan kawasan yang paling kotor. Secara rata-rata, peneliti menemukan 1.000 bakteri di setiap 1,5 inci persegi. Dari sejumlah bakteri yang ditemukan, Bacillus cereus, kuman yang menyebabkan keracunan makanan merupakan salah satu yang terdeteksi hadir di mobil.

Peneliti mendesak para pemilik mobil membersihkan bagian dalam kendaraan mereka demi meminimalisir risiko terserang penyakit.

Itulah tadi informasi penting buat anda, ternyata setir mobil lebih kotor dari toilet umu.. Semoga bermanfaat!!
Continue Reading... Label:


Cerita Inovasi

1 komentar

Cerita Motivasi - Berikut ini adalah artikel cerita motivasi dari berbagai segi kehidupan. Semoga dengan membaca artikel cerita motivasi berikut ini anda mendapatkan banyak berkah dan manfaat yang positif.

Kumpulan Cerita motivasi - Setelah sebelumnya saya membuat Artikel Cerita Kocak, kali ini saya membuat artikel Kumpulan Cerita Motivasi barangkali Anda memang sedang mencari-cari Hal-hal yang bisa memotivasi anda, tidak salah lagi disinilah tempatnya. Dimana anda akan mendapatkan segudang cerita motivasi yang dapat menggugah hati anda dan menggerakan semangat anda.

Ini dia






** Kisah Tukang Cukur

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang TUHAN.

Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya kalau TUHAN itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ?” tanya si konsumen.

“Begini, coba kamu perhatikan di depan sana, di jalanan…. untuk menyadari bahwa TUHAN itu tidak ada”.
“Katakan kepadaku, jika TUHAN itu ada. Adakah yang sakit? Adakah anak-anak terlantar? Adakah yang hidupnya susah?” .

“Jika TUHAN ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan”.

“Saya tidak dapat membayangkan TUHAN Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi”.

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon apa yang dikatakan si tukang cukur tadi, karena dia tidak ingin terlibat adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (Jawa : mlungker-mlungker – Red), kotor dan brewok, tidak pernah dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur tadi dan berkata :
“Kamu tahu, sebenarnya di dunia ini TIDAK ADA TUKANG CUKUR..!”

Si tukang cukur tidak terima, dia bertanya : “Kamu kok bisa bilang begitu?”.
“Saya tukang cukur dan saya ada di sini. Dan barusan saya mencukurmu!”

“Tidak!” elak si konsumen.
“Tukang cukur itu TIDAK ADA! Sebab jika tukang cukur itu ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”, si konsumen menambahkan.

“Ah tidak, tapi tukang cukur itu tetap ada!”, sanggah si tukang cukur.
“Apa yang kamu lihat itu adalah SALAH MEREKA SENDIRI, mengapa mereka tidak datang kepada saya untuk mencukur dan merapikan rambutnya?”, jawab si tukang cukur membela diri.

“COCOK, SAYA SETUJU..!” kata si konsumen.
“Itulah point utamanya!.. Sama dengan TUHAN.

“Maksud kamu bagaimana?”, tanya si tukang cukur tidak mengerti.

Sebenarnya TUHAN ITU ADA ! Tapi apa yang terjadi sekarang ini.?
Mengapa orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU mencari-NYA..?
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”

Si tukang cukur terbengong!!!! Dalam hati dia berkata : “Benar juga apa kata dia..mengapa aku tidak mau datang kepada TUHANKU, untuk beribadah dan berdoa, memohon agar dihindarkan dari segala kesusahan dalam hidup ini..?”



** Sayangi dan Hargai Wanita

Ketika TUHAN Menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke-6.

Malaikat datang dan bertanya ” Mengapa Begitu lama TUHAN?

TUHAN menjawab “Sudah kah engkau liat semua detail yg AKU buat untuk menciptakan mereka?” 2 tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dr plastik.

Setidaknya terdiri dari 200 bagian, yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan.

Mampu menjaga banyak anak saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan. Dan semua dilakukannya dengan 2 tangan ini.

Malaikat itu Takjub..” Hanya dengan 2 tangan?…impossible!! Oh…Tidak!! AKU akan menyelesaikan ciptaan hari ini, karena ini adalah ciptaan favoritKU.

“Oh ya…dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja selama 18 jam sehari. Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan TUHAN itu.

“Tapi Engkau membuatnya begitu Lembut TUHAN?” “Yah…Aku membuatnya begitu lembut, tapi engkau belum bisa bayangkan kekuatan yang AKu berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa?”

“Dia bisa berpikir?” tanya malaikat

TUHAN menjawab: ” Tak hanya berpikir, dia mampu bernegoisasi.”

Malaikat itu menyentuh dagunya. . .

” TUHAN ENGKAU buat ciptaan ini kelihatnya lelah dan rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya.” ” Itu bukan lelah atau rapuh….itu AIR MATA”.

“Untuk apa? ”tanya malaikat

Tuhan melanjukan : ”AIR MATA adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, Cinta, kesepian, penderitaan dan kebahagian”

ENGKAU memikirkan segala sesuatunya. Wanita ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan! ” YA Mesti. . . !

Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona bagi laki-laki.

Dia dapat mengatasi beban bahkan laki-laki

Dia Mampu menyimpan kebahagian dan pendapatnya sendiri.

Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit.

Mampu menyanyi saat menangis, menagis saat terharu, terharu saat tertawa, bahkan tertawa saat ketakutan.

Dia berkorban demi orang yang dicintainya.

Dia tidak menolak kalo melihat yang lebih baik.

Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya.

Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat.

- CINTANYA TANPA SYARAT -

Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang.

Dia girang dan bersorak saat melihat temannya tertawa.

Dia begitu bahagia mendengar kelahiran.

Hatinya begitu sedih saat mendengar berita sakit dan kematian

Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup, dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.

” Hanya 1 Kekurangan dari Wanita “

DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA

Betapa mulianya Allah ciptakan wanita maka hargailah wanita….bukankah tak akan lahir seorang manuasia didunia ini melainkan lewat rahimnya….

Sebagai wanita kitapun jangan pernah lupa untuk menghargai diri kita sendiri



Nah, itulah tadi Cerita Motivasi.Semoga bermanfaat banyak bagi anda-anda yang membacanya.
Continue Reading... Label:


KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA

0 komentar

A. TEORI TENTANG PROSES MUNCULNYA KEHIDPAN AWAL MANUSIA DAN MASYARAKAT DI KEPULAUAN INDONESIA.

Arkaekum, zaman paling tua dimana diperkirakan sudah berumur 2.500 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini lapisan kulit bumi masih sangat panas dan belum memiliki tanda-tanda untuk kehidupan.

Paleozoikum, zaman ini berumur kira-kira 340 juta tahun yang lalu. Bumi berangsur-angsur mendingin. Pada zaman ini tanda-tanda kehidupan sudah mulai nampak, dengan munculnya nenek moyang makhluk bersel satu(mikroorganisme) dan juga jenis binatang bertulang belakang, seperti ikan, reptil, dan amphibi walaupun jumlahnya belum banyak.
Mesozoikum, zaman ini diperkirakan telah ada lebih dari 150 juta tahun Yang lalu. Bentuk kehidupan semakin beragam. Ikan, reptil, dan amphibi makin banyak jenisnya. Hewan bertubuh besar, seperti Dinosaurus telah ada di zaman ini.

Neozoikum atau Kainozoikum, zaman ini berumur kurang lebih 60 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini kehidupan sudah sangat beranekaragam. Zaman Neozoikum terbagi menjadi dua, yaitu terersier dan era kuarter. Pada era tersier binatang menyusui, seperti berbagai jenis monyet telah berkembang pesat. Sementara itu, era kuarter berumur kurang lebih 600.000 tahun yang lalu. Era kuarter dibagi menjadi dua kala, yaitu kala pleistosen(devluvium) dan holosen(aluvium).

B. PERIODISASI PERKEMBANGAN BUDAYA MASYARAKAT AWALA INDONESIA
Zaman prasejarah dibedakan atas beberapa kurun waktu sesuai dengan tingkat peradabannya. Tingkat peradaban ini dibedakan berdasarkan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat benda atau alat perlengkapan hidup lainnya. Berdasarknan hal itu, zaman prasejarah dibedakan atas dua zaman, yaitu zaman batu dan zaman logam.

ZAMAN BATU

Zaman batu dimulai kurang lebih pada tahun 590.000 SM. Peralatan yang digunaka pada zaman itu terbuat dari batu, untuk mempertahankan diri dan mencari makanan. Zaman Batu sendiri dibedakan menjadi empat zaman, yaitu zaman Batu Tua, zaman Batu Madya, zaman Batu Muda, dan zaman Batu Besar.

a. ZAMAN BATU TUA (PALAEOLITHIKUM). Zaman ini berlangsung kira-kira 600.000 tahun yang lalu. Pada zaman ini telah hidup manusia purba, seperti Meganthorpus paleojavanicus dan Pithecanthropus erectus. Pada zaman Batu Tua, kebudayaan mereupakan sesuatu yang penting. Pada zaman ini manusia mulai membuat berbagai objek untuk keperluan simbolis, seperti kegiatan seremonial, misalnya untuk upacara kematian. Peralatan pada zaman Palaeolithikm merupakan alat batu yang ditemukan ditetapkan sebagai unsur kompleks kapak perimbas. Pada umumnya, jenis kapak batu ini berbentuk besar dan kasar.

b. ZAMAN BATU MADYA (MESOLITHIKUM). Dinginnya zaman es diseluruh dunia semakin berkurang menjelang tahun 10.000 SM. Hal ini menyebabkan perubahan terhadap habitat manusia. Kawanan binatang menghilang dibanyak daerah. Namun, makanan dari tumbuhan lebih melimpah dibanding zaman sebelumnya. Selain itu danau, teluk, dan sungai menghasilkan ikan yang dan makanan lain yang melimpah. Peradaban manusia masa ini dikenal dengan peradaban abris sous roche. Pada peradaban ini manusia tinggal di gua-gua yang tidak jauh dari sungai atau pantai. Ciri utama zaman ini tampak dari peninggalan sampah dapur(kjokken moddinger) yang mencapai 7 meter. Van Stein Callenfeis membagi kebudayaan Mesolithikum di indonesia menjadi tiga corak, yaitu kebudayaan Peeble di Sumatra dan Bandung, Kebudayaan Bone di Lampung dan Madium, Kebudayaan Flakes di Timor, Rote, dan Toala.

c. ZAMAN BATU MUDA (NEOLITHIKUM). Zaman neolthikum ditandai dengan upaya pembudidayaan timbuhan dan pemeliharaan hewan. Pada zaman ini terjadi perubahan besar pola hidup manusia. Tradisi berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering) berubah menjadi tradisi memproduksi makanan (food producting). Pada zaman ini, manusia diperkirakan telah bertempat tinggal menetap di desa-desa kecil dalam komunitas petani. Dalam komunitas seperti ini, setiap anggota masyarakat telah saling mengenal dalam ikatan emosional. Pada zaman Neolithikum, alat-alat yang digunakanumumnya terbuat dari batu yang telah diolah dan diperhalus. Peralatan zaman Neolithikum umumnya terbagi atas dua gololngan besar, yaitu kapak persegi dan kapak lonjong. Kapak persegi terbuat dari batu api kalsedon. Istilah kapak persegi di nerikan berdasarkan penampangnya yang berbentuk persegi panjang atau trapesium.

d. ZAMAN BATU BESAR (MEGALITHIKUM). Masyarakat ini memiliki ciri khas tertentu. Mereka menganggap tanah merupakan salah satu unsur penting. Dalam kehidupan. Oleh karena itu masyarakat gemar bercocok tanam. Lama-kelamaan, pola hidup di zaman Megalithikum ini makin berkembang. Manusia mulai menguasai alam. Mereka juga mulai mempercayai adanya kehidupan setelah kematian. Berdasarkan kepercayaan itu , muncullah tradisi megalithiku, yaitu membuat bangunan-bangunan batu besar (mega = besar; lithos = batu). Bangunan ini ditujukan untuk mengabadikan jasa orang yang sudah meninggal dan menjadi medium penghormatan. Bangunan di masa Megalithikum ini, antara lain menhir, dolmen, sarkofagus, dan punden perundak.

ZAMAN LOGAM

Zaman ini disebut zaman logam karena manusia pada waktu itu telah dapat menghasilkan peralatan dari logam. Untuk memenuhi kebutuhannya berbagai upaya dilakukan. Namun, tidak semua orang memiliki keahlian dalam membuat benda-benda logam. Muncullah golongan undagi (golongan yang terampil membuat suatu jenis usaha). Zaman Logam umumnya terbagi atas zaman Tembaga, zaman Perunggu, dan zaman besi. Pada zaman Tembaga, namun peralatan dari tembaga ini tidak ditemukan di indonesia. Pada zaman Perunggu, peralatan dari perunggu telah dikenal luas hampir diseluruh Asia. Penguasaan teknologi pengolahan logam campuran antara timah dan tembaga ini membentuk keterampilan pertukaran masyarakat zaman perunggu. Oleh sebab itu, zaman ini disebut zaman perundagian.
Continue Reading... Label:


BUDAYA DAN TRADISI JEPANG

0 komentar

Budaya dan Tradisi Jepang (1)

Jepang merupakan negara yang penuh dengan keunikan yang tidak kita temukan di Indonesia. Orang-orang jepang sangat berpegang teguh dengan tradisi yang mereka anut, sepertinya orang-orang jepang menganggap bahwa tradisi dankebudayaan adalah hal yang terpenting di atas segalanya. Hal itu berangkali yang menyebabkan orang-orang jepang sangat terkenal dengan kedisiplinan. Perilaku seperti itu yang semestinya ditiru oleh bangsa kita.....
Berikut beberapa jenis kebudayaan, tradisi dan seni arsitektur jepang yang sangat menarik untuk diketahui.

1. Aikido (合気道)

Aikido (Bahasa jepang: 合気道, aikidō) adalah salah satu seni beladiri asal Jepang yang diciptakan oleh Morihei Ueshiba ( 植芝 盛平 Ueshiba Morihei), yang banyak bagiannya berasal dari ilmu beladiri Daito Ryu Aiki-Jujutsu. Daito Ryu Aiki-Jujutsu diciptakan pada era modernisasi Jepang yang berlangsung sekitar tahun 1800-an.

Pengajaran Aikido saat ini telah dapat ditemukan di seluruh belahan dunia dan dalam beberapa aliran, dengan penafsiran dan penekanan yang berbeda-beda atas ajaran Ueshiba. Namun, kesemuanya tetap mewarisi berbagi teknik yang sama, dan sebagian besar tetap mempertahankan keperdulian terhadap aspek keselamatan bagi pihak yang menyerang.

Aikido diciptakan oleh Morihei Ueshiba ( 植芝 盛平 Ueshiba Morihei, 14 Desember 1883-26 April 1969, disebut juga sebagai ousensei 大先生、翁先生 " guru besar"), yang diformulasikannya sejak akhir 1920-an sampai dengan 1930-an. Ueshiba menyusun dan mengembangkan Aikido dari berbagai koryu (seni beladiri/seni pedang lama) menjadi suatu seni beladiri yang unik.

Aikido menekankan harmonisasi dan keselarasan antara energi ki (気, prana) individu dengan ki alam semesta. Kata "aikido" berasal dari tiga huruf kanji:

* 合 - ai - bergabung, menyatukan, menyelaraskan
* 気 - ki - roh, energi kehidupan
* 道 - dō - jalan, cara

Seni beladiri ini juga menekankan pada prinsip kelembutan dan bagaimana untuk mengasihi serta membimbing lawan. Prinsip ini diterapkan pada gerakan-gerakannya yang tidak menangkis serangan lawan atau melawan kekuatan dengan kekuatan tetapi "mengarahkan" serangan lawan untuk kemudian menaklukkan lawan tanpa ada niat untuk mencederai lawan.

2. Bonsai (盆栽)

Bonsai (盆栽) adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Penanaman (sai, 栽) dilakukan di pot dangkal yang disebut bon (盆). Istilah bonsai juga dipakai untuk seni tradisional Jepang dalam pemeliharaan tanaman atau pohon dalam pot dangkal, dan apresiasi keindahan bentuk dahan, daun, batang, dan akar pohon, serta pot dangkal yang menjadi wadah, atau keseluruhan bentuk tanaman atau pohon. Bonsai adalah pelafalan bahasa Jepang untuk penzai (盆栽).

Seni ini mencakup berbagai teknik pemotongan dan pemangkasan tanaman, pengawatan (pembentukan cabang dan dahan pohon dengan melilitkan kawat atau membengkokkannya dengan ikatan kawat), serta membuat akar menyebar di atas batu. Pembuatan bonsai memakan waktu yang lama dan melibatkan berbagai macam pekerjaan, antara lain pemberian pupuk, pemangkasan, pembentukan tanaman, penyiraman, dan penggantian pot dan tanah. Tanaman atau pohon dikerdilkan dengan cara memotong akar dan rantingnya. Pohon dibentuk dengan bantuan kawat pada ranting dan tunasnya. Kawat harus sudah diambil sebelum sempat menggores kulit ranting pohon tersebut. Tanaman adalah makhluk hidup, dan tidak ada bonsai yang dapat dikatakan selesai atau sudah jadi. Perubahan yang terjadi terus menerus pada tanaman sesuai musim atau keadaan alam merupakan salah satu daya tarik bonsai.

Bonsai berasal dari seni miniaturisasi tanaman yang disebut penjing (盆景) dari periode Dinasti Tang. Di makam putra dari Maharani Wu Zetian terdapat lukisan dinding yang menggambarkan pelayan wanita yang membawa pohon berbunga dalam pot dangkal. Pot dangkal berukuran kecil ini merupakan miniaturisasi dari pemandangan alam. Sama halnya dengan di Cina, bonkei di Jepang juga merupakan miniaturisasi dari pemandangan alam.

3. Daruma (だるま/達磨)

Daruma (だるま atau 達磨) adalah boneka sekaligus mainan asal Jepang dengan bentuk hampir bulat, dengan bagian dalam yang kosong serta tidak memiliki kaki dan tangan. Model dari benda ini adalah Bodhidharma, pendiri dari Zen.

Boneka ini merupakan pembawa keberuntungan dan lambang harapan yang belum tercapai. Daruma dijual dengan kedua belah mata yang belum digambar. Orang yang ingin harapan atau cita-citanya terkabul menggambar salah satu sisi dari kedua matanya dengan kuas dan tinta. Bila harapan orang tersebut sudah tercapai, daruma akan menerima mata yang satunya lagi.

Asal-usul boneka daruma adalah boneka tradisional Jepang yang disebut okiagari koboshi. Boneka okiagari-koboshi memiliki bagian dasar yang bundar dan berat sehingga boneka ini kembali bisa berdiri tegak dengan bantuan beratnya sendiri setelah dimiringkan ke salah satu sisinya. Muka boneka okiagari-koboshi digambar seperti wajah Bodhidharma karena daruma yang selalu bisa berdiri tegak sesuai dengan cerita ketegaran Bodhidharma yang bermeditasi selama 9 tahun menghadap tembok di vihara Shaolin.

4. Hanami (花見)

Hanami (花見, melihat bunga) atau ohanami adalah tradisi Jepang dalam menikmati keindahan bunga, khususnya bunga sakura. Mekarnya bunga sakura merupakan lambang kebahagiaan telah tibanya musim semi. Selain itu, hanami juga berarti piknik dengan menggelar tikar untuk pesta makan-makan di bawah pohon sakura.

Pohon sakura mekar di Jepang dari akhir Maret hingga awal April (kecuali di Okinawa dan Hokkaido). Prakiraan pergerakan mekarnya bunga sakura disebut garis depan bunga sakura (sakurazensen). Prakiraan ini dikeluarkan oleh direktorat meteorologi dan berbagai badan yang berurusan dengan cuaca. Saat melakukan hanami adalah ketika semua pohon sakura yang ada di suatu tempat bunganya sudah mekar semua.

5. Istana Jepang (城, 城郭)

Istana Jepang (城, 城郭 ,shiro atau jōkaku) adalah bangunan besar yang dibangun menggunakan kayu dan batu sebagai bahan bangunan yang utama, dan dirancang sebagai pusat pertahanan sewaktu musuh datang menyerang. Di masa perang dijadikan markas besar, tempat menyimpan dana keperluan perang, serta pusat penyimpanan perbekalan seperti makanan dan amunisi. Istana yang dianggap penting dijadikan tempat kediaman panglima perang, pusat pemerintahan dan tempat pengumpulan informasi tentang situasi perang. Sama halnya seperti kastil di Eropa, istana di Jepang umumnya dibangun di dekat jalan utama atau di pinggir sungai untuk kemudahan transportasi dan menjaga wilayah yang dianggap strategis.

Aksara kanji untuk istana adalah shiro (城) yang dibaca sebagai jō jika didahului oleh nama istana, misalnya dalam bahasa Jepang, Istana Osaka dibaca sebagai osaka-jō.

Pada zaman dulu, istana dibangun seluruhnya dari kayu, tapi kemudian di abad ke-16 berkembang penggunaan batu-batu besar untuk memperkuat konstruksi. Istana di Jepang sebetulnya dirancang agar tahan lama, tapi sebagian besar istana justru hancur akibat perang di zaman Sengoku karena bangunan istana dibuat dari kayu yang cepat habis bila dibakar.

Di Jepang, istana merupakan perkembangan dari kankōshūraku (環濠集落) yakni permukiman penduduk yang dikelilingi oleh parit berisi air atau parit kering yang tidak berisi air. Pada awal abad modern, istana mulai menggunakan tembok batu dan menara pengawas.

Konstruksi istana dimulai dengan tahap fushin (普請 ,teknik sipil) berupa penggalian parit dan pembangunan tembok dari tanah yang dikeraskan, yang dilanjutkan dengan tahap sakuji (作事 ,arsitektur) berupa pembangunan gerbang, tembok yang memagari istana, bangunan istana, menara pengawas (yagura), dan menara utama.

Membahas masalah Jepang memang tidak akan ada habisnya karena begitu beragamnya keunikan yang dimiliki. Sekian dulu yang dapat saya bagi, untuk Budaya dan Tradisi Jepang selanjutnya akan saya update secepatnya...
Continue Reading... Label:


Kekejaman G 30 S/ PKI

1 komentar

                            Cerita Dari Lubang Buaya (FULL VERSION)

Saya iseng mau tahu sejarah "lobang buaya" kebetulan saya pun tinggal tak jauh dari Lobang buaya ya setidaknya saya juga tinggal tak jauh dari TMII (Taman Mini Indonesia Indah), Memang penuh sejarah tempat yang saya dimana saya tinggal. Setidaknya penuh cerita dari orang-orang tua yang suka duduk dan berbincang-bincang di warung kopi yang sering kami bercanda dan berbagi cerita semua kehidupan disini.

  
 
"Dasyat" memang cerita dari orang tua (sesepuh) disini tentang lobang buaya dan sejarah tentang TMII (Taman Mini Indonesia Indah). Saya pun tak sangka "abang jawara kapung" itu dulunya adalah mantan anggota PKI. Dimana dia sering dicari tentara waktu itu, untung saja dia berhasil sembunyi hingga sampe akhirnya sampe saat ini dia masih hidup. Sejarah memang sangat "Romatis". Dan saya pun tak sangka ternyata dia adalah mantan suami salah satu anggota DPR saat ini. Kisah hidup yang sangat panjang. Banyak pelajaran yang saya petik dari kumpul-kumpul bersama bapak-bapak yang suka duduk di warung kopi sebelah yang hanya menghabiskan malam-malam yang dingin.

Banyak yang konon katanya bla..bla..bla dan sebagainya. Saya pun penasaran saya mau tahu sejarah "misteri lobang buaya" untung saya hidup di zaman yang penuh tenologi, sehingga saya mudah mendapat informasi. Yang penting ada koneksi internet dan semuapun berjalan lancar (he.2). Banyak infomarsi tentang sejarah lobang buaya. Tapi setidaknya saya masih memegang sejarah dari "sesepuh" disini tentang lobang buaya. Sudah saya bilang sejarah memang "sangat romantis" walaupun penuh duka, tetap saja bagi saya sejarah itu "romantis". JAS MERAH - bung karno.

Misteri Lubang Buaya
  





































OLEH INDARWATI AMINUDDIN dan AGUS SOPIAN

HUJAN turun deras. Datuk Banjir menutup kepalanya dengan kain sarung. Begitu juga kedua temannya. Dalam gelap, getek yang mereka naiki dibiarkan melaju sendiri mengikuti riak air. Di sebuah tempat, getek tiba-tiba berhenti. Datuk mengambil galah dan membenamkan ujungnya ke dasar air untuk mendapatkan gerak maju. Dasar air tak tersentuh. Getek tetap diam. Dicobanya lagi, masih tak berhasil. Datuk mengira, di sana ada lubang tempat persembunyian buaya.

Ketika air telah surut, Datuk kembali ke sana. Benar saja, di situ terdapat sebuah lubang. Bentuknya seperti sumur. Ia menamakannya Lubang Buaya.

Legenda Lubang Buaya



berkembang dari mulut ke mulut. Terakhir, penduduk sekitar mendengarnya dari H. Yusuf, pria asal Cirebon, yang mengklaim keturunan Datuk Banjir. Mereka yang percaya, mendatangi sumur itu setiap menjelang musim hujan, sekira bulan Oktober. Di sana, mereka menyelenggarakan ruwatan. Doa mohon keselamatan dari ancaman bahaya banjir dipanjatkan. Nama Datuk Banjir yang diyakini menguasai tempat itu, mereka lafalkan dengan khidmat. Tradisi ruwatan meluas ke permohonan lain. Kepada sang penguasa sumur, warga juga meminta limpahan rejeki dan jodoh buat anak-anak gadisnya.

Sumur Lubang Buaya terletak di Desa Lubang Buaya

     

, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, sekitar 20 kilometer dari pusat kota. Di sebelah selatannya terdapat markas besar Tentara Nasional Indonesia Cilangkap, sebelah utara Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, sebelah timur Pasar Pondok Gede, dan barat Taman Mini Indonesia Indah.

Tanah di seputaran bibir sumur berwarna merah kecoklatan dan kering. Bagian terdekat diberi terali besi bercat merah putih. Lantai marmer putih kilap mengelilingi sumur berdiameter 75 centimeter itu. Sebuah cungkup, bangunan seperti pendopo, memayunginya. Langit-langit bangunan ini diukir.

Tepat di atas lubang, sebuah cermin bergantung. Lewat cermin inilah orang bisa menatap dasar sumur yang diberi pelita. Kecuali nyala api tadi, tak ada apa-apa lagi di sana. Jangankan air, rumput pun tak tumbuh di sumur berkedalaman 12 meter itu.

Kalau Lubang Buaya ditata, itu bukan dimaksudkan untuk mengendapkan cerita rakyat tentang Datuk Banjir. Ada cerita lain yang punya dimensi politik, sekaligus jadi bagian sejarah Indonesia dengan segala kontraversinya. Di sanalah jasad tujuh perwira militer, enam jenderal dan seorang letnan, ditemukan dalam keadaan rusak. Peristiwa traumatik ini, terutama bagi militer Indonesia, dikenal dengan nama G-30-S PKI, kependekkan dari “Gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia”.

Pembunuhan atas para perwira itu jadi antiklimaks ofensif PKI terhadap seteru-seteru politiknya. Militer memburu mereka yang dianggap bertanggung jawab. Kekuatan massa PKI habis dalam tempo cepat, menyusul pembantaian besar-besaran atas mereka di berbagai daerah oleh militer dan massa pro-militer. Sebagian di antaranya dijebloskan ke dalam penjara dan diasingkan ke pulau-pulau terpencil.

Kilas balik ofensif PKI, yang ditandai oleh pembentukan milisi dan sayap militer, sekurang-kurangnya dapat ditelusuri ke tanggal 23 Mei 1965. Saat itu, PKI menggelar peringatan ulang tahun. Dalam even ini, D.N. Aidit, ideolog PKI, menyeru kader-kadernya untuk meningkatkan sikap revolusioner.

Perayaan yang mirip ‘parade kekuatan rakyat’ itu semarak dengan poster-poster berisikan slogan-slogan PKI, termasuk propaganda pembentukan “Angkatan V”. Ini merujuk kepada kekuatan buruh dan tani untuk dipersenjatai dan dilatih kemiliteran. Empat angkatan yang telah terbentuk sebelumnya adalah militer angkatan darat, laut, udara dan kepolisian.

Ledakan kebringasan massa hanya tinggal tunggu waktu. Dan benar, seruan Aidit diikuti oleh terjunnya para eksponen PKI ke desa-desa membawa slogan “Desa Mengepung Kota”, tak ubahnya slogan Mao Tse Tung ketika mengobarkan revolusi komunisme di China.

Dalam aksinya, mereka meneriakkan kebencian terhadap unsur-unsur masyarakat yang dianggap jadi lawan-lawan politiknya. PKI mengekspresikannya dalam slogan “Tujuh Setan Desa”. Mereka adalah tuan tanah, tengkulak, bandit desa, tukang ijon, lintah darat, birokrat desa, dan amil zakat. Keadaan memanas, massa PKI melakukan serangkaian pembantaian dan pembunuhan sistematis terhadap “setan-setan” itu.

Aksi brutal PKI meresahkan rival-rivalnya. PNI (Partai Nasional Indonesia), NU (Nahdlatul Ulama), Parkindo (Partai Kebangkitan Indonesia), Partai Katolik, PSII (Partai Syarikat Islam Indonesia), hingga IPKI (Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia), siaga menghadapi berbagai kemungkinan seraya melontarkan berbagai kecaman. PKI di satu pihak dan lawan politiknya di pihak lain, berhadap-hadapan untuk suatu konfrontasi terbuka.

Pimpinan PKI di Jakarta, yang tergabung dalam Politbiro, lembaga kekuasaan tertinggi partai berlambang paru dan arit itu, menyambut reaksi seteru-seterunya dengan mempercepat pembentukan milisi. Juli 1965, kader-kader PKI berdatangan ke Lubang Buaya.

Di sana, mereka dilatih oleh sejumlah instruktur militer di bawah pimpinan Mayor Udara Sujono, Komandan Pasukan Pertahanan Pangkalan Halim. Tak hanya kaum pria, kader-kader PKI perempuan pun ikut serta. Kebanyakan dari mereka berasal dari organisasi yang sangat solid pada masa itu: Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia).

Di akhir latihan, mereka mendiskusikan berbagai persoalan politik, terutama sepak-terjang sejumlah jenderal yang dianggap korup dan dekaden hingga Indonesia dilanda krisisis. Saat itu, laju inflasi memang sudah mencapai dua digit. Antrean bahan makanan pokok berlangsung di mana-mana. Banyak rakyat yang kelaparan.

Massa PKI berang. Mereka berteriak-teriak meminta para jenderal itu dihadirkan ke hadapan mereka.

Letnan Kolonel Untung, komandan Cakrabirawa, pasukan pengawal kepresidenan, memerintahkan Letnan Satu Dul Arief untuk menjemput dan membawa jenderal-jenderal yang telah didata. Pasukan Pasopati yang dipimpinnya segera bergerak dari Lubang Buaya sekitar pukul 03.00 WIB. Mereka menyebar ke sasaran masing-masing secara serentak.

Brigadir Jenderal Soetodjo Siswomihardjo, Brigadir Jenderal Donald Izaac Pandjaitan, Mayor Jenderal S. Parman, Mayor Jenderal MT Hardjono, Letnan Jenderal Ahmad Yani, Mayor Jenderal R. Soeprapto dan Letnan Satu Piere Andries Tendean, mereka bawa ke Lubang Buaya untuk diinterogasi. Massa yang sedang kalap menganiaya mereka hingga tewas. Jenazah para korban lantas dibenamkan ke dalam sumur itu. [Versi lain mengatakan sebagian di antara mereka masih hidup ketika dijatuhkan ke sumur.]

Kisah-kisah menyeramkan pun segera mengalir. Soeharto, salah seorang jenderal yang selamat, mengkampanyekan kekejian massa PKI lewat dua koran milik militer: Angkatan Bersenjata dan Berita Yudha. Disebutkan, sebelum dibunuh, para perwira itu disiksa dan dijadikan bagian pesta mesum Gerwani. Sejumlah perwira disayat-sayat kemaluannya dan matanya dicungkil.

Sebelum dibunuh, mereka dikelilingi kader Gerwani sambil menari-nari dan menyanyikan lagu-lagu rakyat yang sedang populer masa itu, seperti Ganyang Kabir atau Ganyang Tiga Setan Kota ciptaan Soebroto K Atmodjo, komponis Lembaga Kebudayaan Rakyat, organisasi underbouw PKI. Genjer-genjer, lagu pop yang sedang hit waktu itu, ikut menyemarakkan. Mereka yang sudah trance kemudian menusuk-nusukkan pisau ke sejumlah anggota tubuh para korban.

Koran-koran pun memberitakan, dalam suasana yang semakin panas, beberapa wanita menanggalkan busananya, dan tenggelam dalam ritual pesta “Harum Bunga”. Pesta ini sekaligus memuncaki pesta sebelumnya sebagai suatu rangkaian penanda berakhirnya latihan militer mereka. Ada berita lain yang menyebutkan, bahwa dalam pesta itu mereka melakukan hubungan seks liar. Seorang dokter diisukan memberikan pil-pil perangsang syahwat.

“Jelaslah bagi kita,” kata Soeharto, “betapa kejamnya aniaya yang telah dilakukan oleh petualang-petualang biadab dari apa yang dinamakan Gerakan 30 September.”

Mendapat dukungan massa, Soeharto mengambil-alih tongkat komando militer Indonesia. Ia memimpin upacara pengangkatan jenazah dari dalam sumur, mempertontonkannya kepada massa, dan mempublikasi data-data forensik tentang kerusakan jenazah dan penyebabnya. Kebencian akan PKI menyebar ke seantero negeri dan melahirkan perburuan besar-besaran pada tokoh-tokoh serta anggota partai tersebut.

Sudomo, bekas menteri Koordinator Politik dan Keamanan, mengatakan, ada sejuta massa PKI yang terbunuh. Angka ini jauh lebih kecil dari perkiraan peneliti masalah ini, yang menaksir antara dua sampai tiga juta orang.

Mereka yang selamat dari pembunuhan dipenjarakan dan diasingkan ke berbagai tempat, mulai Pulau Nusakambangan [wilayah selatan Indonesia] hingga Pulau Buru [wilayah timur Indonesia]. Hampir semua tahanan politik PKI, yang jumlahnya ribuan, dipenjarakan tanpa proses pengadilan. Bahkan surat penahanan pun mereka terima setelah bertahun-tahun berada di balik jeruji besi.

Soeharto sendiri, lewat secarik kertas bernama Super Semar—kependekkan dari Surat Perintah Sebelas Maret 1966, yang diteken Presiden Soekarno—akhirnya memegang komando militer dengan kekuasaan penuh. Bahkan, dengan kekuasaannya itu, ia mengasingkan Soekarno ke Istana Bogor dengan alasan pengamanan.

Soeharto kemudian menanda-tangani surat keputusan No.1/3/1966 untuk membubarkan PKI. Surat keputusan ini diperkuat lagi dengan Ketetapan Majelis Permusyaratan Rakyat Sementara (Tap MPRS) Nomor 25/1966.

Sejak itu, selain PKI dinyatakan partai terlarang, setiap kegiatan penyebaran atau pengembangan paham dan ajaran Komunisme-Marxisme-Leninisme, dianggal illegal. Seluruh eks PKI dan sanak-familinya tak diperkenankan masuk ke dalam jajaran pemerintahan dan militer. Di kemudian hari, mereka pun tak bisa jadi pegawai swasta karena swasta takut memperkerjakan mereka.

Bandul perubahan politik berjalan dengan cepat. Soeharto, yang sebelumnya sama sekali tak populer di mata rakyat, makin dielu-elukan sebagai penyelamat negara. Tahun 1967, ia diangkat jadi presiden kedua Indonesia oleh MPRS, yang diketuai Jenderal A.H. Nasution. Era Orde Baru dimulai.

Pada tahun itu juga, Soeharto langsung memerintahkan aparatnya untuk membebaskan kawasan Lubang Buaya dari hunian penduduk dalam radius 14 hektar. Mereka yang terusir kebanyakan memilih kampung Rawabinong dan Bambu Apus, beberapa kilometer dari Lubang Buaya, sebagai daerah tujuan.

Tahun 1973, kawasan itu diresmikan sebagai jadi Monumen Pancasila Sakti. Upacara kenegaraan 1 Oktober untuk mengenang peristiwa G-30-S PKI, segera mengubur upacara rakyat ruwatan Oktober untuk menyeru Datuk Banjir.

Ketujuh perwira militer yang terbunuh diabadikan dalam tugu, patung dan relief yang berada sekitar 45 meter sebelah utara cungkup sumur Lubang Buaya. Patung-patung mereka dibangun setinggi kurang lebih 17 meter dengan instalasi patung Burung Garuda di belakangnya. Dinding berbentuk trapesium, berdiri kokoh di atas landasan berukuran 17 x 17 meter bujur sangkar dengan tinggi 7 anak tangga.

Mereka berdiri dalam formasi setelah lingkaran, mulai Soetodjo Siswomiharjo, DI Pandjaitan, S. Parman, Ahmad Yani, R. Soeprapto, MT Hardjono dan AP Tendean. Salah satu patung di monumen tersebut, perwujudan A. Yani, yang di masa lalu jadi saingan Soeharto dalam karir kemiliteran, menunjukkan tangannya ke arah sumur Lubang Buaya—seolah hendak mengatakan, “Di sanalah kami mati.” Mati fisik, mati politik.

Untuk masuk ke dalam monumen, orang harus berjalan sepanjang satu kilometer dari Jalan Raya Pondok Gede. Ucapan “Selamat Datang” terukir di di atas batu besar berwarna hitam. Kembang kertas berada di sepanjang jalan masuk. Sekeliling monumen dibuatkan tembok tinggi dari muka hingga belakang.

Di areal monumen, terdapat museum. Di sini, pengunjung bisa mendengarkan riwayat singkat para jenderal yang terbunuh itu, dengan memasukan koin dan menggenggam gagang telepon di bawah foto mereka. Bagi yang ingin menonton film G-30-S PKI disediakan tempat khusus. Mereka yang ingin membaca, disediakan perpustakaan.

Beberapa bangunan bekas orang-orang PKI menjalankan aktivitasnya bertebaran di sana. Di sebelah kiri sumur, misalnya, terdapat bangunan berukuran sekitar 8 m x 15,5 m yang dijadikan tempat penyiksaan para perwira itu. Bangunan ini terbuat dari ayaman bambu dan bilah-bilah papan yang dicat coklat dengan jendela kaca hitam. Sebelum G-30-S meletus, bangunan tersebut dulunya Sekolah Rakyat.

Di dalam ruangan, terdapat 18 patung. Sebagian di antaranya, patung perwira militer yang sedang disiksa. Di depan mereka, berdiri empat patung perempuan aktivis Gerwani. Salah satunya mengenakan busana tradisional kebaya putih berbunga-bunga kecil, sarung batik, dengan rambut panjang terurai. Ia memegang pentungan dalam sorot mata bengis.

Untuk melihat patung-patung itu, tersedia tiga jendela yang terbuka lebar. Penerangannya jelek. Debu-debu yang menempel di patung-patung tersebut memberi kesan kurang perawatan.

Tak jauh dari sana, berdiri sebuah bangunan bekas dapur umum, yang kabarnya menyimpan suara-suara aneh tanpa wujud. “Tertawa cekikikan dan bahkan melenguh,” kata Yasan Suryana, seorang penjaga yang sudah 17 tahun bertugas sebagai pegawai honorer.

Terlihat, genteng rumah itu pernah direnovasi. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu bercat putih, dengan beberapa bagian dicat hijau. Menurut cerita warga di sana, rumah itu dulunya milik Ibu Amroh, seorang pedagang Cingkau (pakaian keliling). Tak ada yang tahu, di mana Ibu Amroh atau keturunannya berada kini.

Sekitar dua puluh meter dari dapur umum, terdapat rumah Haji Sueb, seorang penjahit. Ada beberapa bilik di dalamnya, dengan tiga lampu petromaks yang berdebu, mesin jahit di ruang tengah dan lemari pakaian dengan kaca besar di pintunya.

Rumah Haji Sueb dianggap sebagai pos komando PKI. Letnan Kolonel Untung, mengatur rencana penculikan terhadap perwira militer dari sana. Haji Sueb sendiri telah lama meninggal, setelah mengalami penahanan panjang di Pulau Buru. Keluarganya trauma dan tak pernah yakin Haji Sueb terlibat dengan gerakan itu. Suara-suara aneh pun sering terdengar di sini. Sejumlah penjaga, konon pernah mendengar suara tangis.

Kisah mistis masih bisa diperpanjang. Elizabeth [tanpa nama referensi kedua], pegawai museum, yang dianggap punya indera keenam oleh teman-temannya, sering melihat sosok perempuan yang tertawa-tawa saat berlangsung apel petugas jaga, yang kesemuanya berjumlah enam orang. Perempuan itu duduk di bawah air mancur yang menghadap Lapangan Saptamarga, tak jauh dari sumur.

Cerita-cerita mistis barangkali sama absurd-nya dengan cerita-cerita perlakuan kader-kader PKI terhadap para perwira militer yang dibunuh, termasuk penyayatan atas kemaluannya. Tahun 1987, dalam jurnal Indonesia terbitan Universitas Cornell, Ben Anderson, seorang ahli sejarah tentang Indonesia, mengungkapkan laporan dokter yang membuat visum et repertum atas jenazah para korban.

Dalam resume penelitian tim dokter yang diketuai Brigjen TNI dr Roebiono Kertapati itu, tertulis bahwa tak ada kemaluan korban yang disayat. Hal ini sekaligus mengukuhkan ucapan Presiden Soekarno, yang sebelumnya sempat mengatakan, bahwa 100 silet yang dibagikan kepada massa untuk menyayat-nyayat tubuh korban tak masuk akal.

Saskia Eleonora Wieringa—seorang sarjana Belanda penulis The Politicization of Gender Relations in Indonesia—menilai penjelasan resmi Orde Baru atas pembunuhan Lubang Buaya sebagai fantasi aneh. Dia mengatakan, penguasa militer dan golongan konservatif khawatir melihat kekuatan perempuan di zaman Soekarno, yang boleh jadi akan mengebiri kekuatan politik mereka. Dari sinilah mengalir fantasi aneh tentang pengebirian para perwira di Lubang Buaya itu.

“Semua pemberitaan mengenai Gerwani adalah fitnah yang dimulai oleh Soeharto sendiri,” kata Sulami, 74 tahun, tokoh Gerwani. Ia, yang kini ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966, pernah melakukan identifikasi terhadap mereka yang dibunuh ketika itu, mulai tempat, cara, hingga siapa saja yang membunuh.

Keberadaan sejumlah anggota Gerwani di Lubang Buaya itu pun masih penuh kabut. Beberapa peneliti justru tak melihat tindakan mereka sebagai usaha persiapan kudeta, melainkan dimaksudkan untuk memberi dukungan terhadap proyek politik Soekarno dalam rangka konfrontasi dengan Malaysia. Mereka adalah bagian dari 20 juta relawan yang hendak memenuhi ajakan Soekarno.

Sejumlah studi kritis mengungkapkan fakta-fakta lain, yang menunjukkan bahwa ofensif PKI justru dipicu oleh rencana kudeta oleh pihak militer. Dalam sebuah pledoi di muka Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub) pada 19 Februari 1966, pentolan PKI Nyono memberi kesaksian, bahwa pihak militer telah merancang rencana kudeta di bawah kendali apa yang dinamakan “Dewan Jenderal”. Untuk mengimbangi kekuatan ini, PKI membuat “Dewan Revolusi”.

Perihal Dewan Jenderal diketahui Nyono dari sejumlah informasi yang rinci, lengkap mendeskripsikan tanggal, jam, tempat, nama, acara, persoalan dan lain–lainnya. “Yang saya masih ingat,” ungkap Nyono, “ialah bahwa tidak semua jenderal masuk dalam Dewan Jenderal. Jumlah anggotanya kurang lebih 40 Jenderal, diantaranya kurang lebih 25 orang aktif menjalankan politik Dewan Jenderal. Tokoh–tokoh utamanya ada tujuh orang yaitu Jenderal Nasution, A..Yani, Suparman, Haryono, Suprapto, Sutoyo, dan Sukendro.”

Untuk mencapai ambisinya, mereka sering menggelar berbagai rapat. Terakhir, menurut ingatan Nyono, mereka mengadakan rapat pleno pada 21 September 1965 di Jl. Dr. Abdulrachman Saleh, Jakarta. Rapat yang dipimpin oleh Suparman dan Haryono ini, mensahkan rencana komposisi Kabinet Dewan Jenderal dan menetapkan waktu dilakukannya kudeta, yaitu sebelum Hari Angkatan Perang pada tanggal 5 Oktober 1965.

Komposisi kepemimpinannya, tambah Nyono, terdiri atas AH Nasution (Perdana Menteri), Ruslan Abdul Gani (Wakil Perdana Menteri), A. Yani (Menteri Pertahanan dan Keamanan), Suprapto (Menteri Dalam Negeri), Haryono (Menteri Luar Negeri), Sutoyo (Menteri Kehakiman) serta Suparman (Jaksa Agung).

Apapun, suara Nyono tenggelam di antara arus besar pembersihan orang-orang PKI dan catatan-catatan resmi yang bersumber dari pemerintah. Demikian pula hasil penelitian-penelitian forensik yang mencoba mengungkap sekitar kekejaman orang-orang PKI terhadap para perwira militer di Lubang Buaya itu. Penolakan sejumlah politikus untuk menghapus Tap MPRS Nomor 25/1966, ikut melestarikan cerita versi Orde Baru sebagai satu-satunya referensi sejarah sekitar peristiwa G-30-S PKI.

Ide penghapusan bukan hanya datang dari para peneliti, sejarawan dan masyarakat awam. Abdurrahman Wahid, presiden ke-4 Indonesia, sempat membicarakannya secara terbuka, walau mendapat kecaman dari sana-sini, termasuk dari Nahdlatul Ulama, sebuah organisasi massa Islam terbesar di Indonesia yang pernah dipimpinnya. Mengikuti pembicaraannya, Wahid bahkan melontarkan permintaan maaf atas nama rakyat terhadap orang-orang PKI yang selama puluhan tahun ditindas oleh negara di bawah pemerintahan Orde Baru.

Megawati Sukarnaputri, pengganti Wahid, tak pernah bertindak seperti itu. Tapi, di tahun 2002, ia tak hadir pada upacara 1 Oktober di Lubang Buaya. Apakah ini bentuk penolakan Megawati atas sejarah versi Orde Baru itu, tak pernah jelas. Tapi, sejatinya, ketidakhadiran Presiden dimungkinkan oleh protokoler negara sejak lahirnya Keputusan Presiden tentang perubahan nama peringatan: dari “Hari Kesaktian Pancasila” menjadi “Hari Mengenang Tragedi Nasional Akibat Pengkhianatan G-30-S PKI terhadap Pancasila”.
Continue Reading... Label:


 
Return to top of page Copyright © 2010 | Flash News Converted into Blogger Template by HackTutors